Cinta Dan Pengorbanan

Posted by Situs Cari Jodoh Terbesar on Senin, 28 Mei 2012

Cinta Dan Pengorbanan
Ketika seseorang lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya, lebih-lebih ketika yang menjadi skala prioritas adalah orang yang dicintainya, maka itu sudah bisa disebut dengan pengorbanan. Sama halnya dengan seorang yang lebih mementingkan kepentingan orang yang dicintainya ketimbang dirinya maka itu sudah bisa disebut pengorbanan untuk cinta.

Pengorbanan itu tanpa syarat, demikian kata temenku. Ketika bahasan tentang pengorbanan ini muncul di pikiranku, yang terlintas adalah cerita tentang seseorang mantan kekasih temanku, namanya putri dia adalah gadis tercantik yang pernah aku lihat dan dengar, yang menjadi idola setiap laki-laki yang mengenalnya, namun kecantikanya tak membuatnya terlena  dia dengan tulus mencintai seorang cowok sebut saja namanya putra, hubungan diantara mereka terjalin ketika masih sama-sama SMA.

Berawal saat putra sakit dan mengharuskan ia dirawat di rumah sakit, kebetulan kabar mengenai putra baru ia dengar saat menjelang magrib dan kebetulan juga dirumahnya tidak ada orang yang bisa mengantarkan kerumah sakit, angkutan umum pun sudah tidak beroperasi lagi, putri dengan rela harus berjalan-jalan berpuluh kilometer hanya untuk menjenguk orang yang dicintainya. Tentunya apalagi kalau bukan pengorbanan untuk orang tercinta.

Ketika menuju ke rumah sakit, alam juga tidak bersahabat denganya, di tengah perjalananya, hujan turun dengan derasnya sehingga ia harus berjalan dengan basah kuyup sampai menjelang tengah malam ia baru sampai di rumah sakit dan menunggu orang yang dicintainya sampai keesokan harinya.

Tak cukup disitu saja, keesokan harinya ia mendengar percakapan dokter dengan ibunya yang mengharuskan membeli obat di luar kota karena rumah sakit dan apotik di daerah tersebut tidak ada persediaan obat yang dibutuhkan. Namun ibunya tidak bisa langsung  menebus resep itu karena masih menunggu ayahnya yang tugas di luar kota.

Ketika putri mendengar informasi tersebut, ia lansung pergi ke luar kota untuk menebus obat itu, kira-kira 4 jam perjalanan dari daerahnya, karena obat itu sangat mahal, ia juga rela mengambil seluruh tabunganya untuk menebus obat tersebut. Sampailah ia dirumah sakit dengan membawa obat itu.

Namun pengorbanan itu tak bisa mengantarkanya pada orang yang dicintainya karena ketika lulus mereka harus berpisah dan melanjutkan kuliah di universitas yang berbeda. Putra orang yang dicintainya tidak mau berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan seorang perempuan sampai ia lulus mendapatkan gelar sarjana. Orang tuanya pun tak membolehkanya untuk menjalin hubungan dengan perempuan sampai ia lulus. Keputusan itu putra tegaskan kepada putri karena ia tidak mau memberi harapan lebih pada putri dan membebaskanya kalau suatu saat putri menemukan seseorang yang tepat selain dirinya, putra pun merelakanya.

Seiring waktu berjalan, rupanya putri masih mengharapkan putra untuk menjadi pendampingnya kelak, meskipun dengan kecantikan yang dimilikinya tidak sulit untuk mencari pengganti putra namun ia memilih untuk setia dengan perasaanya.

Pada saat  putra lulus dan hendak mengikuti tes pasca sarjana ia bertemu dengan seorang gadis lain namanya rina, putra pun tertarik dan jatuh cinta padanya.
Akhirnya mereka berdua berkomitmen untuk menjalin hubungan yang serius menuju pernikahan.

Disaat yang sama, lely sahabat putri dan juga teman putra sewaktu SMA mengetahui hubungan putra dengan rina, tapi disisi lain lely pun tak tega pada putri karena ia tahu bahwa sampai saat ini putri masih menyimpan perasaanya untuk putra.

Mendengar putra menjalin hubungan dengan perempuan lain, lely pun mengatakan yang sebenarnya pada putra bahwa putri masih mengharapkannya. Putra pun terkejut mendengar pengakuan lely, ia tidak menyangka sebegitu besarnya perasaan putri pada dirinya, ia pun dilema karena disatu*sisi ia sudah melupakan putri tapi di sisi lain ada rasa berhutang budi padanya mengingat banyak sekali pengorbanan yang dilakukan putri padanya.

Akhirnya putra mengambil sikap untuk tegas meskipun baginya itu kejam, tapi ia sempat teringat dengan kata-kata rina “ ketegasan adalah kekejaman sesaat tapi kebaikan jangka panjang” putra berbicara pada putri bahwa ia sudah mempunyai perempuan lain yang dipilih untuk menjadi pendampingya kelak. Namun putra mendapatkan jawaban yang tak terduga dari putri, ia berkata “ putra, kamu memang mempunyai hak untuk menjalin hubungan serius dengan seseorang selain aku, tapi aku pun juga berhak untuk menunggu kamu”.

Dari cerita diatas, kita bisa melihat pengorbanan seorang perempuan kepada orang yang dicintainya, ia rela berkorban meskipun pada akhirnya ia juga mengorbankan perasaanya, namun pengorbanan yang sejati adalah ketika kita tidak mengharapkan apapun termasuk cinta. Karena pengorbanan sejati adalah keikhlasan untuk menerima takdirNya.

Blog, Updated at: 16.52.00

0 komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Entri Populer