Pernikahan Ideal

Posted by Situs Cari Jodoh Terbesar on Kamis, 10 Mei 2012

Sobat kontak jodoh mencari jodoh.org Salah satu tujuan dari dilaksanakannnya sebuah pernikahan adalah untuk Tanaasul atau menghasilkan keturunan yang baik, oleh karena itu, maka di perlukan kesiapan yang matang untuk menjalani sebuah pernikahan dan menjadikannya sebuah pernikahan ideal, di antaranya adalah menikah di usia yang matang, yaitu berdasarkan pertimbangan fisik seperti usia subur pada masing-masing pasangan. Menurut BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berncana Nasional) batasan usia ideal untuk menikah untuk laki-laki berkisar 25-40 tahun sedangkan untuk perempuan adalah berkisar 25-35 tahun.
Perempuan pada usia 20 tahun ke atas sudah siap dan matang baik dari segi fisik, mental dan emosional sedang di usia 35 tahun adalah usia regeneratif.

Sedangkan laki-laki tidak mempunyai banyak batasan fisik sepertihalnya pada wanita, karena apabila berdasarkan fisik maka seorang laki-laki yang telah masuk usia baligh sudah bisa menikah, oleh karena itu dibutuhkan faktor penunjang untuk melengkapi batasan fisik laki-laki tersebut. Dan batasan tersebut lebih didasarkan pada kesiapan mental, emosional, spiritual dan finansial. Berikut ini beberapa faktor yang mendukung adanya batasan usia ideal dalam melaksanakan sebuah pernikahan.

Siap Mental
Kesiapan emosional sangat penting dimiliki oleh laki-laki dan perempuan yang kan melakukan pernikahan, karena ketika seseorang memutuskan untuk berumah tangga maka harus sudah siap apabila dalam menjalin hubungan suami istri kelak rumah tangganya akan ditemukan banyak masalah, olehkarena itu masing-masing pasangan harus siap mental dalam mengatasi permasalahan-permasalahn tersebut. Orang yang tidak memiliki kesiapan mental dan emosional yang kuat akan cenderung mudah goyang dalam mengahadapi badai polemik rumah tangfa. Sehingga tanpa adanya kesiapan mental yang benar-benar kuat maka probelamita dan masalah-masalah yang ada tidak dapat diselesaikan, atau bahkan mungkin bisa saja masalah sepele menjadi sebuah permasalahan yang pelik yang tidak kunjung terpecahkan. Apabila calon suami dan calon istri telah sama-sama memiliki kesiapan mental maka diharapkan keduan pasangan jodoh tersebut mampu memusyawarahkan masalah yang ada dengan baik dan bijak sehingga bisa menghasilkan sebuah jalan keluar yang menjadi maslahah untuk kedua belah pihak.

Siap Spiritual
Kesiapan secara spiritual bisa berupa keyakinan untuk mengarungi bahtera rumah tangga, keyakinan tersebut juga disertai dengan kesadaran untuk menjadi Qowam atau pemimpin dan penanggung jawab dalam keluarga terhadap kelangsungan hidup isteri dan anak-anaknya kelak.

Siap Finansial
Persiapan finansial tidaklah harus mapan dalam segi ekonomi, minimal seorang laki-laki yang akan menikah harus ada pegangan atau pekerjaan sebagai nafkah untuk istri dan anak-anaknya, yang terpenting adalah istri tidak menuntut apa yang diluar kemampuan suaminya, sedangkan sang suami harus tetap berusaha keras dan tidak bermalas-malasan dalam bekerja karena kemapanan dalam segi ekonomi adalah sebuah proses yang dibangun dengan sungguh-sungguh untuk menuju kemapanan.

Sepertihalnya yang telah disampaikan diatas$2C bahwa salah satu tujuan dari sebuah pernikahan adalah untuk kelangsungan keturunan, namun itu semua harus didukung dengan faktor kesiapan dalam berbagai aspek seperti kesiapan mental, spiritual dan emosional karena keberlangsungan keturunan itu tidak akan mempunyai arti apabila tidak didukung dengan sebuah kualitas, dan kualitas keturunan manusia akan tetap terjaga jika dibarengi dengan kualitas yang ada pada kedua orang tuanya. dengan persiapan-persiapan di atas maka akan terbentuklah sebuah pernikahan ideal.

Blog, Updated at: 17.17.00

0 komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Entri Populer