Mahar Pernikahan

Posted by Situs Cari Jodoh Terbesar on Senin, 11 Juni 2012

Mahar Pernikahan
Mahar adalah harta berupa uang ataupun barang yang diberikan oleh laki-laki yang menjadi calon suami kepada perempuan yang menjadi calon istrinya pada saat ijab qobul dalam pernikahan.
Mahar yang diberikan merupakan kewajiban suami kepada istrinya sebagai lambang keseriusannya dan sebagai penghalal untuk mempergauli istrinya secara ma’ruf.  “Berikanlah mas kawin kepada perempuan (yang kamu kawini) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (Q.S. an-nisa (4) :4)
Beberapa ahli fiqh menetapkan batas minimal mahar yang diberikan pada istri seperti madzhab hanafi yang menyatakan batas minimal mahar yang diberikan adalah 10 dirham, berbeda dengan madzhab maliki yang menetapkan seperempat dinar. Sedangkan madzhab syafi’i tidak menetapkan batas minimal tertentu, yang terpenting mahar yang diberikan adalah sesuatu yang ada harganya.

Perbedaan madzhab fiqh diatas dalam menentukan batas minimal mahar merupakan ketentuan yang diambil berdasarkan tradisinya masing-masing. adapun bentuknya bermacam-macam, bisa dengan cincin emas maupun perak, atau bisa juga berbentuk sejumlah uang dan sejenisnya. Madzhab hanafi berpendapat bahwa mahar bisa berupa binatang ternak, rumah, tanah atau barang dagangan seperti pakaian dan sebagainya.
Seperti yang dijelaskan diatas, mahar yang diberikan juga tergantung dari adat dan kebiasaan daerah dimana orang itu hidup, namun sebaiknya mahar yang ditetapkan oleh pihak wanita atau istri dan keluarganya tidak memberatkan laki-laki yang menikahinya.

Sebab, terkadang ada suatu daerah tertentu yang menetapkan selain mahar atau bisa disebut  dengan seserahan dalam jumlah nominal yang tidak sedikit, sebagian daerah menetapkan seserahan berupa uang dalam jumlah yang besar. Seserahan ini diberikan pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai jumlah paten dan tidak dapat ditawar karena terkadang sifatnya untuk menjaga harga diri pihak keluarga perempuan.

Jelas sikap diatas tidak dapat dibenarkan karena yang wajib diberikan saat ijab qobul dalam pernikahan adalah mahar bukan seserahan, jangan sampai hal-hal yang sifatnya tidak wajib yang tujuannya untuk kelestarian tradisi semata atau mengatas namakan harga diri mengalahkan hal yang wajib.

Tidak ada ketentuan jumlah dalam mas kawin, sehingga kita tidak bisa mengatakan bahwa mas kawin yang diberikan merupakan harga dari seorang perempuan, karena tidak ada ukuran atau jumlah tertentu. Mas kawin bisa berupa jumlah yang besar atau kecil, bahkan dalam hadis dijelaskan bahwa sebaik-baiknya mahar atau mas kawin tak terlalu besar. Nabi bersabda “ keberkahan paling agung dari suatu pernikahan adalah mas kawin yang mudah atau ringan untuk diberikan.”(H.R. Ahmad).

Mahar atau mas kawin yang diberikan dengan cara berlebihan justru dilarang oleh agama, hal ini dimaksudkan agar tidak menyulitkan bagi pemuda yang akan menikah karena mempersulit pernikahan bisa menimbulkan dampak yang buruk, dapat merusak individu/personal maupun tatanan kehidupan sosial.

Blog, Updated at: 16.56.00

1 komentar:

  1. Ilmunya sangat bermanfaat,
    Bagi yang akan menikah segera merapat.

    oia salam kenal
    Mahar Pernikahan
    Pandaan

    BalasHapus

Cari Blog Ini

Entri Populer