Putus Cinta

Posted by Situs Cari Jodoh Terbesar on Kamis, 06 September 2012


Putus Cinta
Pada beberapa kasus, keputusan putus cinta dari kekasih dapat menimbulkan efek yang berlawanan. Seperti yang dialami rekan Dita. Gadis manis ini telah menjalin cinta selama 6 tahun dengan Benny. Namun, kekasih tak kunjung melamar dirinya. Ada saja alasan untuk menunda rencana menikah. Lantaran kesabarannya telah habis, Dita pun memutuskan tali cintanya. Awalnya, semua orang di sekitar pasangan ini seperti tak percaya ketika mendengar mereka bubar. 
Enam tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah hubungan cinta. Sayang sekali rasanya. Namun Dita merasa dirinya telah cukup disia-siakan oleh kekasih karena selalu menunda rencana menikah. Untuk melupakan kepedihan hati, Dita mengisi hari dengan beragam kesibukan mulai dari ikut kursus tenis hingga sekolah lagi mengejar gelar MBA.
 Beberapa bulan kemudian, Benny berupaya rujuk kembali dengan Dita. Bahkan, lelaki ini juga telah menyiapkan tanggal perkawinan. Walau pada awalnya Dita tidak yakin, namun ia mau juga mempertimbangkan upaya Benny tersebut. Akhirnya, tahun lalu mereka menikah. Memang tidak setiap kisah putus cinta berakhir dengan catatan positif. Tapi sebenarnya toh, Anda tidak kehilangan Apa-apa. Jika mantan kekasih mencoba kembali dengan telah memperbaiki sikap buruknya, berarti Anda beruntung. Namun bila ia tak kembali, toh akhirnya Anda telah membuat keputusan yang tepat untuk mengakhiri sebuah hubungan tanpa tujuan pasti, bukan? Hubungan Yang Melelahkan Ketika sedang menghadapi persoalan di tempat kerja hingga membuat stres, Anda tak pernah bisa 'berlari' ke pelukan kekasih. Berarti, ada sesuatu yang salah dalam hubungan cinta tersebut. Itulah juga yang terjadi pada Tashya ketika jatuh cinta pada Yuda. Awalnya ia jatuh kasihan pada Yuda yang belum juga dapat pekerjaan setelah 2 tahun lulus dari Fakultas Ekonomi. Yuda pun merayu ia sangat membutuhkan semangat dari gadis ini. Tashya pun tersanjung, karena dirinya begitu berarti di mata seorang lelaki. Maka, Tashya lah yang sibuk mencarikan iklan lowongan kerja di koran, mengetikkan CV, mengirimkan lamaran balikan membuat jadwal intervieiu buat Yuda. Ketika sang pacar menggerutu karena panggilan wawancara terlalu lama, Tashya dengan sabar mendengarkan keluhan itu. Esoknva, ia bawakan kue atau ice cream agar Yuda ceria kembali. Balikan, Tashya pun tak keberatan merogoh kocek hasil kerja part time-nya sebagai stand guide untuk men-traktir Yuda di restoran. Ketika akhirnya Yuda mendapat pekerjaan, jadwal kencan malah jadi jarang. Yuda bilang tak punya waktu lagi. Ia selalu beralasan sibuk balikan di akliir minggu sekalipun. Tashya cuma bisa menelan kekecewaan hatinya. Tapi akhirnya, saya mendengar Tashya minta putus dari Yuda.

Padahal dari awal seorang sahabat telah mencoba menasehati Tashya tentang apa untungnya nienyemangati Yuda yang nampaknya tak terlalu menghargai usaha itu. Sewaktu masih 'buta' cintanya, Tashya menutup telinganya rapat-rapat atas kritik tersebut. Ia justru ingin memibuktikan pen-dapat para temannya itu salali semata. Nah, bagi Anda yang sedang menjalani cinta macam ini, pertanyaan yang akan saya ajukan ialah, sampai seberapa lama dan seberapa banyak Anda mau berkorban?

Blog, Updated at: 17.00.00

0 komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Entri Populer