Ads 468x60px

.

Sabtu, 06 April 2013

Cari Jodoh dan Cari Cinta

Cari Jodoh dan Cari Cinta
Cari Jodoh dan Mencari Cinta sejati di kontak jodoh dan biro jodoh online memang tidak semudah membalikan telapak tangan, dan bahkan kadang setelah mendapatkan jodoh dan menikahpun masih ada saja permasalahan yang menghampiri rumah tangga, seperti halnya kisah masalalu kita dengan mantan-mantan kita yang dulu sebelum menikah, Kenangan bersama orang lain kadang menghantui dalam pernikahan. Namun, bukan berarti tak cinta dengan keadaan saat ini.

Butuh proses untuk terus disirami dan dirawat hingga mampu terus bersemi di dalam hati. Seperti kisah sobat kita Anas, di masih mengingat tatap mata istrinya ketika menggenggam sepucuk undangan walimatul 'ursy antara seorang ikh-wan dengan akhwat pilihannya. Tatap mata istrinya begitu nanar. Kata belahan jiwanya itu melintas di hadapan, ada kaca bening yang melapisi bola ma-tanya.

Anas belum juga mengerti, hingga mertuanya datang mengunjungi mereka beberapa hari kemudian dan mengomen-tari undangan tersebut. Mertuanya dengan semangat ber-cerita tentang ikhwan yang na-manya tercetak di undangan tersebut. Sejurus kemudian, Anas pun menyadari bahwa per-nah ada sesuatu yang khusus antara istrinya dengan nama itu. Anas merasa, ada bagian ha-tinya yang berdarah.

Anas memang tak mengenal banyak tentang istrinya sebe-lum mereka menikah. Anjuran untuk menikah dengan gadis yang kini diperistrinya datang dari seorang ustadz yang diper-cayainya. Anas pun yakin bahwa gadis tersebut adalah wanita terbaik yang Allah berikan ke-padanya. Setelah menikah, ke-yakinan itupun semakin mengu-at. Namun, Anas lupa bahwa istrinya tetap seorang manusia biasa yang memiliki masa lalu dan yang pasti: memiliki cinta.

Masa Lalu yang Menggelisahkan Cinta, memang karunia Allah yang indah. Tak banyak orang yang mampu melupakan cinta yang pernah mereka rasakan, termasuk rasa cinta mereka pa-da lawan jenis yang kini tak lagi bersama sekalipun. Kenangan dan rasa yang pernah ada tak mudah untuk dilupakan. Terka-dang muncul seiring dengan peristiwa yang memanggil me-mori itu kembali. Itulah dilema yang dihadapi oleh Anas seka-rang. Sebagai manusia biasa, je-las ia cemburu manakala ia men-dapati istrinya ternyata masih menyimpan perasaan pada orang lain. Pada lawan jenisnya yang pernah ia cintai.

Bila Anda yang merasakan hal ini, bagaimana perasaan Anda? Mana yang menyergap lebih dahulu, sakit hati atau sebuah pernyataan rasional bahwa se-mua itu "masa lalu"? Bila Anda menjawab di dalam hati bahwa yang datang menyergap terle-bih dahulu adalah sakit hati, tentu Anda tak perlu segera merasa malu karena Rasulullah saw. yang agung pun memahami hal ini.

Ummul Mukminin Aisyah ra. yang terkenal dengan kecerda-sannya pun tak kuasa untuk mengedepankan rasionya, manakala ia menyadari bahwa Kha-dijah ra. tetap adalah wanita yang merajai sebagian besar hati Rasulullah. Aisyah dengan emosional berkata kepada Rasulullah, "Seolah-olah tak ada orang lain di dunia ini yang dapat menggantikan Khadijah." Rasulullah pun menjawab, "Memang demikian dan aku memiliki anak darinya. "(HR. Bukhari)

Dengan jawaban seperti di atas, Rasul dengan bijak membukakan mata Aisyah bahwa Khadijah tetap memiliki tempat di hati beliau. Yang terekam adalah kelebihan yang dimiliki Khadijah yang tidak dapat di-berikan oleh Aisyah. Namun, Rasul juga tak pernah lupa untuk memuji Aisyah di hadapan banyak orang, seperti yang pernah dikatakannya di hadapan Fatimah, puteri Khadijah, "Wahai puteriku, bukankah engkau mencintai apa yang kucintai?" Fatimah menjawab, "Ya." Beliau pun berkata, "Jika demikian, maka cintailah dia (Aisyah)." Fatimah pun tak mampu berkata apa-apa lagi, padahal ketika itu Fatimah menghadap ayahandanya sebagai utusan dari istri-istri Rasulullah yang merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan dengan perlakuan Rasul terhadap Aisyah.

Rasulullah, sosok yang agung pun tak menyangkal bahwa ada orang yang memiliki tempat tersendiri di dalam hatinya. Tak seorang pun menyangkal bahwa bersama Kha-dijah-lah Rasulullah menjalani hari-hari terberatnya menjadi seorang utusan Allah yang ditentang oleh kaummnya sendiri. Dari rahim Khadijah-lah lahir anak-anak yang menjadi per-mata hati Rasulullah.

Khadijah pula yang telah memberikan se-luruh harta yang dimilikinya de-mi membela perjuangan sang suami. Namun, tak seorang pun lupa bahwa tak seorang pun dari istri Rasulullah yang mendapat kehormatan menjadi pendamping saat ayat-ayat Allah turun, kecuali saat Rasulullah berada bersama Aisyah.

Ketika Rasulullah ditanya, seperti apakah cintanya kepada Khadijah dan seperti apa cintanya kepada Aisyah, manusia agung ini menjawab bahwa cintanya kepada Khadijah adalah cinta yang dikaruniakan Allah kepada hambaNya, sedangkan cintanya kepada Aisyah adalah cinta seorang lelaki terhadap perempuan yang dicintainya. Beliau tak berusaha menutupi apa yang ada di dalam hatinya, tetapi ia pun tetap berusaha menjadi lelaki yang dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya.

-->

1 komentar:

SUCCESSBAND mengatakan...

BUJANG CARI GADIS SOLEHAH;SERIUS! 082265335573

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mencari Jodoh

Laman Kontak Jodoh Islam Mencari Jodoh.Org

Cari Jodoh - Mencari Jodoh - Kontak Jodoh - Biro Jodoh